PLANET VENUS

1.1  Venus dianggap sebagai Dewi Cinta

Venus adalah planet kedua dari Matahari, dinamai berdasarkan nama Dewi cinta Romawi, di samping itu venus adalah benda langit yang paling terang setelah matahari dan bulan. Orang – orang Babilonia menyebutny isthar bagi bangsa maya ia dikenal sebagai Chak ek yang artinya bintang besar. Bebrapa astronom zaman dahulu bahkan mengiranya sebagai dua objek yang berbeda yaitu bintang pagi dan bintang senja. Venus “bintang” yang dimaksud di atas adalah objek paling terang di langit setelah matahari dan bulan. Planet ini diselubungi gulungan awan  dan gas yang tebal, serta tetesan asam yang menyembunyikan permukaannya dari pandangan luar. Jarak planet Venus ke matahari adalah 108,2 juta km atau 0,72 SA dan mengelilingi matahari dalam waktu 225 hari dengan rotasi 243 hari. Atmosfer Venus mengandung 97% karbondioksida (CO2) dan 3% nitrogen, sehingga hampir tidak mungkin terdapat kehidupan.
Planet kedua dari Matahari tersebut telah menarik perhatian manusia sejak berabad-abad lalu. Namun seiring dengan majunya penelitian Astronomi, Pamor Venus justru memudar. Venus kalah popular untuk diteliti dibandingkan Mars atau Jupiter misalkan ini memungkinkan disebabkan karena para ilmuwan yakin tidak ada penemuan apa – apa disana mengingat suhu di permukaan Venus yang terlalu panas.

1.2  Uniknya Rotasi Venus

Venus berotasi secara lambat dari timur ke barat. Planet Venus melakukan putaran sekali setiap 243 hari Bumi artinya satu hari Venus sama dengan 243 hari Bumi. Ini suatu hal yang aneh karena Venus mengelilingi matahari dalam waktu 225 hai Bumi. Bila kita berada disana kita kan mempun yai kesan bahwa satu hari Venus akan lebih lama bila dibandingkan satu tahun di Bumi. Arah rotasi Venus berlawanan dengan arah rotasi planet-planet lain, hal ini terjadi karena venus berputar pada sumbu rotasi yang hampir 180˚  yang mengakibatkan lamanya waktu rotasi venus lebih lama dari waktu revolusinya. Selain itu, jangka waktu rotasi Venus lebih lama daripada jangka waktu revolusinya dalam mengelilingi matahari. Kandungan atmosfernya yang pekat dengan CO2 menyebabkan suhu permukaannya sangat tinggi akibat efek rumah kaca yang hebat dimana panas matahari yang masuk tidak dapat keluar lagi akibatnya permukaan planet menjadi sangat panas hingga dapat melelehkan timah.


1.3  Fenomena di Planet Venus

Efek rumah kaca di Venus muncul dan dipengaruhi oleh Vulkanisme. Gunung – gunung api aktif diperkirakan telah melepaskan sejumlah besar karbondioksida ke Atmosfer. Kemudian terjadi awan yang turun sebagai hujan asam yang disebut Virga, namun menguap sebelum menca[ai permukaan planet. Sementara di bagian atas Atmosfer awan bergulung – gulung dengan kecepatan 300 kilometr per jam akibat hembusan air yang ganas. 
Atmosfer padat yang sebagian besar terisi karbondioksida. Atmosfer Venus tebal dan selalu diselubungi oleh awan. Pakar astrobiologi berspekulasi bahwa pada lapisan awan Venus termobakteri tertentu masih dapat melangsungkan kehidupan. Venus memiliki awan bearacun dengan butiran – butiran asam yang bisa membakar kulit. Awan tersebut tidak seperti awan di Bumi yang terbentuk dari butiran – butiran air, awan tebal itu tidak membiarkan sinar Matahari menjangkau permukaan Venus.
Semua yang dapat kita lihat dari Venus dari ruang angkasa adalah puncak – puncak awannya. Awan ini hanya memerlukan empat hari untuk tepat berputar mengelilingi Venus, itu dikarenakan Venus diselubungi awan putih Asam Sulfur sehingga planet ini sangat panas dan terlihat sangat terang. Venus tertupup awan setebal 25 km yang menghalangi pandangan kepermukaannya, maka berbagai tafsiran digambarkan oleh para pengarang fiksi ilmiah zaman dahulu. Ada yang melukiskan permukaan Venus diselimuti oleh hutan lebat ada yang menduga permukaan Venus berawa – rawa dan ada yang menduga sebagai lautan luas itu sebelum wahana – wahana tanpa awak dikirim untuk menyeldidikinya.  

1.4  Venus berbeda dengan Bumi

Meskipun venus berukuran dan berbobot hampir sama dengan bumi, namun planet ini jauh berbeda. Venus merupakan planet terpanas, sebagian karena atmosfer tebalnya menangkap sejumlah besar panas matahari melalui efek rumah kaca yang jauh lebih extreme daripada di bumi. Seperti halnya merkurius planet ini juga dapat dilihat dengan mata telanjang, venus biasanya terlihat di sebelah timur sebelum matahari terbit, sehingga venus di sebut bintang timur atau bintang pagi. Kadang-kadang juga venus terlihat di sebelah barat sebelum matahari terbenam, sehingga venus dinamakan bintang senja, bintang barat, atau bintang kejora.
Venus adalah sebuah planet yang kering, gurun pasir terhampar di permukaannya hampir tidak ada air di sana berbeda sekali dengan keadaan permukaan bumi yang sebagian besar merupakan lautan. Di sana juga terdapat kawah – kawah, tetapi tidak sebanyak yang ada di bulan atau Merkurius. Melihat hal – hal itu sebutan Venus sebagai saudara kembar bumi menjadi tidak tepat lagi.
Galileo melihan planet ini berbentuk sabit seperti bulan muda atau bulan tua. Ini menunjukkan bahwa venus adalah benda gelap seperti bulan hanya bagian yang disinari matahari saja yang dpat dilihat. Seperti juga sabit bulan, bentuk sabit Venus juga berubah – ubah. Kadang – kadang bentuknya tipis seperti kuku dan kadang – kadang besar. Dengan mempelajari berubahnya bentuk sabit itu Galileo memperoleh bukti bahwa Venus memang bergerak mengelilingi matahari bukan mengelilungi matahari.

1.5  Hydroxyl ditemukan di Atmosfer Venus

 Hydroxyl adalah molekul penting yang susah dideteksi. Molekul ini tersusun dari atom hydrogen dan oxygen. Molekul ini ditemukan di permukaan venus, sekitar 100 KM diatas permukaan atmosfer venus yang menemukan adalah Venus Express (wahana luar angkasa yang memiliki misi mendalami planet venus)
Molekul membingungkan ini berhasil dideteksi setelah menjauhkan venus express dari permukaan venus dan mengamati permukaan venus yang  meredup. Hydroxyl dideteksi dengan mengukur tingkat infra merah yang dipancarkan oleh venus.
Ada  pemikiran yang menyatakan bahwa hydroxyl ini penting untuk atmosfer planet lain karena sangat reaktif. Di bumi sendiri, hydroxyl ini perperan untuk membersihkan polutan dari atmosfer dan membantu menjaga kestabilan karbon dioksida, mencegahnya berubah menjadi karbon monoksida.Di Mars, hydroxyl berperan untuk menjaga kesterilan tanah, mencegah mikroba masuk ke permukaan Mars.

Di Atmosfer bumi, Hydroxyl sangat berkaitan dengan banyaknya ozone yang menyusun atmosfer permukaan bumi. Para ilmuan peneliti Venus masih mengkalkulasi perkiraan jumlah ozone yang terdapat padaatmosfer  planet venus. Kondisi Hydroxyl di Venus sendiri tidak stabil bisa mencapai 50% di satu sisi dan melemah atau menguat di sisi lain, hal ini tentu juga berarti bahwa jumlah ozone yang ada di planet ini juga tidak stabil.
Ozone sendiri penting bagi kehidupan karena dapat menyerap radiasi ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari. Penyerapan radiasi ultra violet ini sangat mempengaruhi suhu suatu planet, dan tentu saja kemungkinan hidup di planet tersebut.  Nah, jika ternyata tingakat hydroxyl di venus cukup dan ozonenya juga cukup, maka harapan untuk dapat tinggal  di planet lain mungkin dapat direalisasikan.

1.6  Wahana yang diluncurkan ke Planet Venus

Venus merupakan planet (planet dalam) inferior yaitu planet yang terletak sebelum Bumi. Planet Venus termasuk ke dalam jenis planet terrestrial karena memiliki komposisi penyusunnya mirip dengan komposisi bahan penyusun Bumi yaitu didominasi oleh batuan silikat, masa jenisnya lima kali masa jenis air dan ukurannya tidak terlalu besar.
Venus memiiki karakteristik permukaan yang mencolok yang seindah sewaktu mereka tidak biasa mayoritas apa yang kita ketahui hari ini mengenai permukaannya berasal dari pengamatan radar terutama gambar yag dikirim oleh satelit Magellan dari 16 Agustus 1990.
Diluncurkan wahana peneliti ke Venus setelah satu decade tidak ada misi ketetangga terdekat Bumi itu. Wahana Venus Express akan sampai di orbit Venus dalam jangka wangku lima bulan guna melakukan observasi. Misi itu bermaksud untuk mengungkap misteri mengenainya, tentang bagaimana planet yang awalnya sangat mirip dengan Bumi itu dalam ukuran, masa dan komposisi telah berevolusi menjadi sesuatu yang sangat berbeda selama 4,6 milyar tahun. Dengan mengambil contoh apa yang terjadi pada Venus, para ilmuwan berharap bisa mengetahui mekanisme perubahan iklim yang mungkin akan menimpa planet kita.
Satelit Pemantau Venus Express milik Badan Antariksa Eropa (ESA) mendeteksi adanya gas gunung berapi Sulfur dioksida dalam kuantitas besar di Venus. Para ilmuwan kini berusaha menentukan apakah itu membuktikan adanya gunung berapi aktif di planet tersebut tau gas itu hanya sekedar lahir dari mekanisme di Atmosfer. Pencarian gunung berapi di Venus memang sudah lama dilakukan ESA. Gunung berapi adalah bagian penting dari sistem sebuah planet kata Freud Taylor, ilmuwan program Venus Express dari Universitas Oxford Inggris. Gunung berapi melepas gas seperti Sulfur Oksida ke Atmosfer planet.
Di Bumi Sulfur tidak tinggal lama di Atmosfer sebaliknya sulfur beraksi dengan permukaan bumi yang didominasi laut, hal yang sama diduga terjadi pula di Venus walaupun dengan proses yang lebih lambat dalam skala sekitar duapuluh juta tahun. Beberapa ilmuwan memperkirakan proporsi besar Sulfurdioksida yang ditemukan di Atmosfer merupakan bagian dari asap mesiu erupsi gunung berapi. Meski demikian ledakan semacam itu dapat terjadi sekitar sepuluh juta yang lalu dan Sulfur tetap berada di atmosfer karena dibutuhkan waktu lama un tuk turun ke permukaan planet yang didominasi batuan.
Beberapa satelit telah mendarat di Venus dan telah melakukan pemotretan. Permukaan planet ini sangat panas dan tekanan Atmosfernya sangat besar setara dengan tekanan 1000 meter di bawah permukaan laut. Akibatnya satelit tidak dapat bertahan lama, sebagian Venus dilingkupi dengan dataran berbukit yang sangat besar. Dari dataran ini muncul beberapa daerah yang sangat besar seukuran benua yang dihiasi dengan bentangan pegunungan yang sangat besar pula. Pegunungan terbesar di Venus adalah Maxwell Mounties, lebih tinggi tiga kilometer dari pada gunung Everest yang merupakan puncak tertinggi di Planet Bumi. Gunung api dari berbagai jenis dan ukuran tersebar di dataran luas Venus. Mereka muncul karena desakan lava yang mengalir di perut planet. Dataran – datarn tinggi Venus sangat terang, mementulkan signal radar lebih baik disbanding wilayah rendah.
Benua terbesar dari planet ini bernama Aphrodite Terra berukuran sebesar benua Afrika. Planet ini memungkinkan masih mempunyai banyak gunung berapi yang masih aktif. Setiap kawah yang disebabkan oleh Asteroid sudah rusak karena Atmosfer planet tersebut dan letusan – letusan gunung berapi pada masa lampau. Di bawah gumpalan awannya Venus memiliki pemandangan menakjubkan yaitu berupa dataran berbukit, gunung berapi dan pegunungan.
Wahana Marinir 2 milik AS adalah yang pertama berhasil terbang mendekati Venus tahun 1962 ia mengabarkan tingginya suhu di permukaan planet tersebut. Misi selanjutnya memberi informasi mengenai ketebalan dan kompsisi kimia lapisan awan disana, serta beberapa data kondisi permukaan Venus. Adapun Wahana yang pertama kali mendarat di planet Venus adalah Venera 7 milik Unisoviet. Wahana tersebut bertahan hingga duapuluh menit sebelum remuk karena tekanan tinggi dan suhu yang amat panas. Penerusnya Venera 9, wahana tersebut mengirimkan foto – foto pertama dari Venus. Setelah itu dikirim juga beberapa wahana penbgorbit yang melakukan survey radar, menembus awan tebal Venus untuk memetakan permukaannya, yang paling utama diantaranya adalah Wahana Magellan milik NASA yang mengelilingi Venus delapan kali sehari. Foto – foto Magellan menunjukkan permukaan “muda” dimana aktivitas vulkanisme telah menghilangkan jejak – jejak masa lalu.

1.7  Manfaat Mempelajari Planet Venus melalui wahana yang dikirimkan

Mempelajari Venus akan bisa membantu melakukan analisa model computer guna meramalkan perubahan iklim yang bakal terjadi di bumi. Hal lain yang unik di Venus adalah walaupun ia dekat dengan matahari namun Atmosfernya lebih reflektif sedikit saja cahaya yang masuk dan sebagian besar dipantulkan. Venus sebenarnya menyerap lebih sedikit panas matahari disbanding Bumi. Secara sepintas mungkin kita bisa berfikir kondisi di sana tidak jauh berbeda namun kenyataannya Atmosfer Venus memerangkap panas yang hanya sedikit itu. Sehingga menjadikan permukaannya sama sekali tidak senyaman bumi.

Penulis : Elan van diaz ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel PLANET VENUS ini dipublish oleh Elan van diaz pada hari Rabu, 09 Februari 2011. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 1komentar: di postingan PLANET VENUS
 
Reaksi: 

1 komentar:

  1. EDAN Kih! Bagoes banget,makasih udah bantu PR PR ini...hahahawkwkwkw

    BalasHapus

ELAN ARTONO NURDIN. Diberdayakan oleh Blogger.